Mau Beli Rumah KPR, Kenali 3 Ciri Developer Perumahan Yang Bisa Dipercaya

Ciri Developer Perumahan Yang Bisa Dipercaya
Inovasiproperty.com: Tiga tahun belakangan ini pemerintahan presiden yang sekarang Bapak Ir. Joko Widodo sedang marak dan gencar-gencarnya membangun perumahan kpr bersubsidi. Disamping itu perumahan-perumahan baru non subsidipun juga ikut bermunculan seiring tingginya permintaan akan rumah hunian baru.

Dalam hal pembangunan rumah dan perumahan kpr, developer atau disebut juga pengembang properti memegang peranan yang sangat penting. Dialah yang menentukan lokasi proyek dan bahkan harga rumah yang akan dijual tersebut.

Baca juga : Faktor Penting Menentukan Lokasi Perumahan Yang Aman

Tidak semua developer sifatnya jujur, ada ditemukan beberapa kasus dimana ada pengembang yang membangun rumah dengan struktur asal, material yang tidak sesuai dengan promo di brosur, sehingga konsumen menjadi kecewa.

Sebenarnya tidak sulit untuk mengetahui ciri pengembang yang jujur dan yang bodong (penipu).  Salah satu caranya bisa dengan melihat riview dari konsumen pada website-website properti ternama seperti rumah.com

Dengan memperhatikan sepak terjang yang ada dalam review, anda bisa lebih percaya dan yakin dengan rumah yang dibangun oleh pengembang properti.

Nah selain cara di atas masih banyak cara lain yang sangat mudah untuk dilakukan demi kenyamana dan keamanan anda saat memilih developer properti rumah impian anda, berikut ulasannya seperti dikutip dari website rumah.com

1. Kredibitas
Salah satu faktor yang paling menonjol dari pengembang adalah perusahaan pengembang itu sendiri, nama baik perusahaan mereka menjadi taruhan bagi mereka dalam bertindak jujur atau tidak. Biasanya pengembang dari perusahaan properti ternama jauh lebih bisa dipercaya dibandingkan yang baru berdiri, meskipun tidak semua peresahaan properti baru berdiri tidak bisa dipercaya yang pasti harus goo publik. Jadi pilihlah perusahaan properti yang sudah go publik.

Perusahaan yang sudah go publik dan memiliki kredibitas yang tinggi akan mudah mendapatkan kepercayaan dari pihak bank untuk mendapatkan pinjaman modal dalam hal membangun rumah properti di lokasi yang diinginkan, sedangkan pengembang dari perusahaan “anta branta” akan sangat sulit mendapatkan pinjaman sehingga pengembang yang seperti ini sebaiknya harus anda perhatikan.

2. Legalitas
Tanah sengketa biasanya akan berdampak pada penggusuran, sebaiknya cek terlebih dahulu legalitas tanah yang dijadikan proyek pembangunan perumahan. Jangan sampai dikemudian hari lokasi perumahan anda digusur karena lokasinya masih terkait kepemilikan orang lain bahkan pemerintah, bisa repot nanti.

Agar terhindar dari masalah tersebut, sebaiknya anda tanyakan kepada developer mengenai surat sertifakat induk tanah tersebut dan melihatnya langsung, karena itu adalah hak anda untuk menanyakan dan memastikannya.

Baca juga: Hal Penting Sebelum Membuat Sertifikat Tanah

Kemudian anda juga perlu memperhatikan apakah ada akta pemberian hak tanggungan dan sertifikat hak tanggungan. Developer yang baik dan jujur tidak akan merasa keberatan untuk menunjukan bahkan memberika copyannya.

3. Komitmen
Ketika anda sedang mendengarkan promosi yang dilakukan oleh developer (anggotanya) pastilah pengembang akan member tahu fasilitas-fasilitas dan kemudahan apa saja yang akan anda dapatkan bila membeli rumah dari dia, seperti kolam renang, taman, lokasi dekat dari pusat belanja, club house dan lain-lain.

Karena adanya regulasi yang dilakukan bank di sektor properti, kemungkinan developer akan mengabaikan fasilitas-fasilita yang sudah sempat dijanjikan, demi menekan biaya-biaya lainnya.
Untuk itu sangat dianjurkan kepada anda agar mengkonfirmasi hal tersebut kepada developer anda. Tanyakan kepastian dari janji yang terdapat pada brosur perumahan tersebut dan minta agar semua fasilitas yang sudah dijanjikan agar tetap dipenuhi walaupun regulasi perbankan.

Begitupula dengan ketepatan waktu dalam membangun, serah terima dan kualitas bangunan sebelum melakukan booking fee. Misalnya dijanjikan akhir tahun bangunan siap untuk dihuni maka minta kepastian dari pengembang agar hal tersebut dapat dipenuhi.

Seandainya pengembang membuat peraturan sistem booking fee dan 20% DP hangus bila anda batal membeli rumah, sebaiknya anda membuat surat perjanjian (secara tertulis dan ditandatangani) kepada mereka, tanpa surat perjanjian developer bisa saja tidak mengembalikan uang anda seluruhnya.

Begitu sebaliknya bila pengembang terlambat menyerahkan surat perjanjian jual beli (SPJB) maka mereka akan terkena denda sebesar 1/1000 dari nilai bangunan tersebut.
Newest
Previous
Next Post »