4 Hal Penting Perlu Diperhatikan dan Dipersiapkan Sebelum Buat Sertifikat Tanah

4 Hal Penting Perlu Diperhatikan dan Dipersiapkan Sebelum Buat Sertifikat Tanah
Inovasi Property : Satu kabar terbaru yang di lansir dari surat kabar online TribunNews.com (Rabu 2 November 2016) yang memberitakan adanya ratusan warga yang berasal Kabupaten Takalar datang untuk berunjuk rasa karena "merasa" tanah milik mereka telah dirampas, tanah bersertifikat tersebut diklaim milik negara.

Itu hanya satu contoh kasus yang berhubungan dengan sertifikat tanah. Masih banyak kasus-kasus lainnya yang terjadi akibat banyak faktor penyebab. Untuk itu diminta kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam pengurusan atau pembuatan sertifikat khususnya untuk sertifikat tanah yang sering disepelekan oleh pemilik tanah hingga bertahun-tahun dan pada akhirnya berpeluang menjadi masalah hukum dikemudian hari.

Yang paling berpeluang untuk menjadi polemik hukum adalah jenis properti tanah yang berstatus tanah warisan dan hibah/pemberian untuk itu pada kesempatan ini InovasiProperty.com akan mengulas 4 hal penting perlu diperhatikan dan dipersiapkan sebelum buat sertifikat tanah yang dilansir dari laman Rumah.com

Identitas Pemegang Hak

Perlunya keterangan siapa pemilik tanah merupakan hal yang paling utama perlu untuk Anda perhatikan sebagai pemilik tanah. Dalam pengurusan atau pembuatan sertifikat kepastian subyektif atau siapakah pemegang hak dari kepemilikan tanah harus jelas tertulis dalam sertifikat tersebut.

Jadi, walaupun tanahnya adalah tanah warisan, subyek pemegang hak adalah pihak yang mendapatkan warisan (ahli waris) tersebut.

Status atau dasar hukum atas kepemilikan tanah

Langkah penting pertama adalah dengan mencari tahu mengenai status atau dasar hukum atas kepemilikan tanah tersebut. Banyak sumber bisa berasal dari jual-beli, warisan, barter, atau mungkin hibah. Beri catatan dan dicantumkan di dalam sertifikat tanah begitu pun di dalam riwayat kepemilikan tanah.

Letak dan Luas Tanah

Hal penting lainnya adalah kondisi fisik tanah meliputi luas, letak dan batas kepemilikan tanah. Hal ini perlu, karena merupakan kepastian yang sifatnya objektif menunjukkan batas-batas kepemilikan tanah tersebut. Biasanya keterangan objektif ini dicantumkan dalam sebuah surat ukur dan gambar situasi properti, dalam hal ini adalah tanah yang menunjukkan keterangan letak, batas, bentuk ukuran dan juga luas tanah.

Adapun alasan memperhatikan hal ini adalah agar tanah mlik Anda tidak tumpang tindih dengan tanah milik orang lain yang bisa mendatangkan masalah dikemudian hari

Prosedur Penerbitan

Poin yang terakhir, terkait prosedur penerbitan sertifikat. Pada prosedur ini diwajibkan harus sesuai dengan azas pembeli sitas. Apakah sitas itu, sitas berarti pengumuman kepada kantor kepala desa atau kantor kelurahan maupun pertanahan daerah setempat tentang adanya permohonan hak atas sebidang tanah tersebut, agar nantinya apabila ada pihak-pihak yang merasa keberatan dapat mengajukan sanggahan sebelum pemberian hak atau penerbitan sertifikat.

Adapun tujuan dari prosedur ini adalah untuk menghindari adanya sengketa tanah. Namun perlu untuk dicatat bahwa pemeberitahuan itu hanya untuk tujuan penerbitan sertifikat baru bukan untuk keperluan balik nama.

Foto : Rumahdurensawit.com
Previous
Next Post »